Untitled Document
  
Beranda - Login Siswa- Kontak 
   

Untitled Document
Untitled Document
     
KB-TK
SD
SMP
SMA
YAYASAN



Tari Saman SMP Bakti Mulya 400 Pukau Warga Adelaide

Seminar Sex Education ( Dahsyatnya Masa Remaja )

SISWA SMP BAKTI MULYA 400 MENGIKUTI BROTHERHOOD LEADERSHIP CAMP DI TURKI

FOKUS PAGI INDOSIAR

  Index Berita

Berita Terkini SMP Bakti Mulya 400

Seminar Sex Education ( Dahsyatnya Masa Remaja )

Pengirim Berita: admin, 2012-03-07, kategori : Pendidikan

Inisial DN, mencoba bunuh diri lompat dari jembatan layang Prumpung, mengalami patah kaki, dan tangan. Survey komnas perlindungan anak di 33 provinsi, 62,7% siswa SMP pernah melakukan hubungan seksual (Media Indonesia, 18 Januari 2009). Tiga juta aborsi dilakukan setiap tahunnya dan 700.000 di antaranya dilakukan oleh remaja. Beberapa penyakit menular seksual pun semakin banyak menjangkiti remaja. Menurut data dari RS Budi Kemuliaan, periode Juli s.d. Desember 2010 telah mengoperasi 7000 persalinan, 128 orang bersalin tanpa suami, dan 12 orang mengalami abortus di usia 15 s.d. 18 tahun.


Replika peristiwa di atas merupakan sebagian peristiwa yang dialami oleh kaum remaja. Saat ini keberlangsungan generasi remaja semakin terancam. Remaja sangat rentan terjangkit virus transformasi teknologi dan informasi yang kian merajalela dalam kehidupannya. Mengapa? Dan bagaimana? Apa yang harus remaja lakukan? Semua jawaban ini dikupas tuntas dalam kegiatan Seminar Remaja & Seksualitas oleh Yayasan Kita & Buah Hati, pada hari Kamis, 19 Februari 2012. Seminar ini dilaksanakan setiap tahunnya yang diikuti oleh seluruh siswa kelas VIII SMP Bakti Mulya 400.


Mengapa remaja dekat dengan perilaku seksualitas? Dengan mengangkat pernyataan dari pertanyaan tersebut, seluruh siswa kelas VIII sangat antusias mengikuti seminar ini. Seminar ini bertujuan memberikan wawasan dan pengetahuan secara utuh seputar kehidupan remaja dan seksualitas. Khususnya pengenalan terhadap diri sendiri, pengenalan bagian-bagian tubuh yang sangat vital, serta menjaga kemungkinan yang terjadi dengan dirinya.


Mengapa remaja? Umumnya, hormon seks remaja mulai bekerja di usia ini. Penyebabnya antara lain sudah waktunya, gizi yang semakin meningkat, serta tayangan media yang semakin beragam dan berani. Sangat dahsyat informasi yang tersedia dalam berbagai media sehingga remaja dengan mudah menemukan dan menikmati informasi tersebut tanpa memiliki pengetahuan tentang seks. Perilaku remaja yang sangat memilukan dan sudah menjadi konsumsi publik di berbagai media, yaitu perilaku seks bebas. Oleh karena itu, Sekolah menjadi barometer penentu perilaku seluruh siswa untuk memberikan bekal utuh dalam menyingkapi dan menanggapi perilaku remaja saat ini.


Dampak perilaku seks bebas mempengaruhi faktor kejiwaan dan fisik. Faktor kejiwaan memiliki dampak rasa bersalah, takut, malu, merasa rendah diri, sering menghayal. Menurunnya fungsi otak karena terjadinya penyempitan korteks yang memungkinkan seseorang menjadi low achiever (berprestasi rendah) meski inteligensi baik. Sedangkan faktor fisik berdampak fisik cenderung menjadi lemah/stamina tubuh kurang baik. Berganti-ganti pasangan (berdampak pada hubungan keluarga nanti). Serta memiliki berbagai penyakit (infeksi, cystitis, picu prostat bekerja lebih sehingga mengakibatkan kanker).


Akibat perilaku seks bebas, yaitu pengkaburan silsilah keturunan, risiko kanker kepala penis (laki-laki) dan kanker serviks (perempuan) jika dilakukan terlalu dini. Risiko aborsi juga mengakibatkan kanker serviks. Dan dampak yang nyata, yaitu azab di dunia dan akhirat.


Azab dunia lainnya... penyakit menular seksual!


Penularan melalui virus HIV/AIDS dan Herpes (tidak dapat disembuhkan). Penularan melalui bakteri, seperti Sifilis, Gonorhea, dll. (sulit untuk disembuhkan). Penyakit menular seksual tidak hanya menyerang alat kelamin, tapi juga bagian tubuh vital lainnya seperti mata, mulut, dan kulit.


Hancur dan selesaikah kita? TIDAK! Oleh sebab itu, segeralah perbaiki KONSEP DIRI agar memiliki jiwa yang TEGAR dan tidak mudah terpengaruh terhadap hal-hal negatif yang dapat merusak diri sendiri. PERCAYA DIRI tergantung pada KONSEP DIRI, yaitu gambaran diri kita, apa yang kita rasakan, apa yang kita pikirkan, dan apa yang kita yakini tentang diri kita itulah konsep diri kita. Seperti firman Allah, "Aku seperti apa yang disangka hambaKU kepadaKU".


Allah pun berfirman dalam alquran Surat Ibrahim (24), "Tidakkah kau lihat, bagaimana Allah membuat perumpamaan? Suatu perkataan/kalimat yang baik seperti pohon yang baik. Akarnya kuat (terhunjam), dan cabangnya ke langit (menjulang)". Ayat tersebut sebagai gambaran metafora pohon dalam menegakkan dan mengembangkan konsep diri. Bahwa Allah SWT telah memberikan perumpamaan yang sangat jelas dalam wujud sebuah pohon. Milikilah akar yang teguh sehingga kuat menopang diri dalam lingkungannya. Cabang menjulang ke langit memberikan perumpamaan bagi kaum remaja bahwa kembangkanlah segala potensi diri seluas-luasnya sampai dapat menemukan jati diri yang seutuhnya. Semua itu akan menghasilkan manfaat yang besar bagi diri sendiri maupun orang lain. InsyaAllah.


Be a great of you...


- Kenali anugerah Allah sekecil apapun yang ada pada dirimu...
- Perkuat sisi positifmu, abaikan kekuranganmu...
- Dekatkan diri pada lingkungan yang baik dan dapat sebagai pengendali dirimu...
- Selalu memulai segalanya dengan doa.


Semoga dengan diadakannya seminar ini memberikan kontribusi yang signifikan dan memberikan pencerahan pada paradigma para remaja, khususnya siswa/si SMP Bakti Mulya 400 tentang menyingkapi permasalahan remaja dan pergaulannya. Semoga anak didik kita terhindar dari pergaulan yang menyimpang amin. (NR)


Untitled Document
Untitled Document
Beranda  -  Berita Terkini  -  Kelas Virtual  -  Pendaftaran  -  Testimonials  -  Pustaka  -  Karir  -  Video  -  Artikel  -  Alumni
Copyright @Bakti Mulya 400 - 2013
KB-TK, SD, SMP, dan SMA
(Sekolah Umum Bernafaskan Islam)
YAYASAN BKSP BAKTI MULYA 400 JAKARTA

Kontak